FORMULASI SABUN MANDI CAIR KOMBINASI EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) DAN GEL LIDAH BUAYA (ALOE VERA (L.) BURM.F.)
Sa'adatul Abadiah (2026) FORMULASI SABUN MANDI CAIR KOMBINASI EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) DAN GEL LIDAH BUAYA (ALOE VERA (L.) BURM.F.). Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.
|
Text
23.71.026879-Pendahuluan.pdf Download (392kB) |
|
|
Text
23.71.026879-Karya-Full.pdf Restricted to campus network only Download (1MB) |
|
|
Text
23.71.026879-Formulir-Pernyataan.pdf Restricted to Terbatas untuk pengelola ETD Download (444kB) |
Abstract
Sabun mandi cair adalah sediaan pembersih berbentuk cair yang digunakan untuk membersihkan kulit dari kotoran, minyak dan mikroorganisme. Daun Kelor (Moringa oleifera L.) memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri dan antioksidan, sedangkan gel Lidah Buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) berperan sebagai pelembap alami sehingga keduanya berpotensi dikombinasikan dalam formulasi sabun mandi cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak daun kelor dan gel lidah buaya dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun cair serta mengetahui sifat fisik sediaan yang dihasilkan. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan membuat empat formula, yaitu F0 (tanpa bahan aktif), F1 (ekstrak daun kelor 0,875 gram dan gel lidah buaya 2,625 gram), F2 (ekstrak daun kelor 1,75 gram dan gel lidah buaya 1,75 gram), serta F3 (ekstrak daun kelor 2,625 gram dan gel Lidah Buaya 0,875 gram). Sediaan yang diperoleh kemudian dievaluasi melalui uji organoleptis, homogenitas, tinggi busa, pH, dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki bentuk cair, homogen, serta aroma khas mawar. Nilai tinggi busa seluruh formula memenuhi persyaratan, yaitu berkisar antara 4,80–8,23 cm, sedangkan nilai viskositas berada pada rentang 700,46–1.334,27 cP dan memenuhi persyaratan sabun mandi cair. Namun, hasil uji pH menunjukkan seluruh formula belum memenuhi persyaratan karena memiliki pH yang terlalu basa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak Daun Kelor dan gel Lidah Buaya dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun mandi cair dengan sifat organoleptis, homogenitas, tinggi busa, dan viskositas yang baik, tetapi masih memerlukan perbaikan formula, terutama pada penyesuaian pH agar memenuhi persyaratan mutu.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci: | Daun kelor; Gel lidah buaya; Sabun mandi cair; uji fisik |
| Subjek: | A General Works > AC Collections. Series. Collected works |
| Program Studi: | Fakultas Farmasi > Farmasi (D3) |
| Dosen Pembimbing 1: | Susi Novaryatiin |
| Date Deposited: | 11 Jul 2026 05:27 |
| Last Modified: | 25 Aug 2026 11:47 |
| URI: | https://etd.umpr.ac.id/id/eprint/145 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
