TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG BAHAYANYA OBAT RUSAK DAN KADALUARSA DI PUSKESMAS BUKIT HINDU
Nur Lestari (2026) TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG BAHAYANYA OBAT RUSAK DAN KADALUARSA DI PUSKESMAS BUKIT HINDU. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.
|
Text
23.71.026856-Pendahuluan.pdf Download (558kB) |
|
|
Text
23.71.026856-Karya-Full.pdf Restricted to campus network only Download (2MB) |
|
|
Text
23.71.026856-Formulir-Pernyataan.pdf Restricted to Terbatas untuk pengelola ETD Download (434kB) |
Abstract
Obat rusak dan kadaluarsa berpotensi menyebabkan keracunan, kegagalan terapi, dan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Masyarakat sering menyimpan obat di rumah tanpa pengetahuan memadai tentang kriteria dan bahaya obat yang tidak layak pakai. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat mengenai bahayanya obat rusak dan kadaluarsa bagi kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Bukit Hindu, Kota Palangka Raya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode survey yang bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pada 306 responden masyarakat yang pernah berobat di Puskesmas Bukit Hindu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang dinilai secara persentase dan dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai bahayanya obat rusak dan kedaluwarsa bagi kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Bukit Hindu secara keseluruhan berada pada kategori baik. Pada indikator pengetahuan tentang obat kedaluwarsa, rata-rata persentase pemahaman responden meliputi format Expired Date (87%), penurunan stabilitas obat (88%), dan Beyond Use Date (92%). Sementara itu, pada indikator ciri fisik obat rusak, tingkat pengetahuan responden di setiap jenis sediaan juga menunjukkan hasil yang baik, yaitu pada sediaan cairan/sirup (86%), kapsul (87%), tablet (89%), salep/krim/gel (90%), serbuk/puyer (91%), dan sediaan injeksi/cairan steril (93%). Dapat disimpulkan bahwa, tingginya rata-rata persentase pada seluruh indikator ini membuktikan bahwa masyarakat memiliki dasar pemahaman yang kuat untuk melakukan swamedikasi obat bebas secara aman, rasional, dan bertanggung jawab, serta mampu menghindari penggunaan obat yang sudah rusak atau kedaluwarsa di tingkat rumah tangga.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci: | Tingkat Pengetahuan; Obat Kadaluarsa; Obat Rusak; Puskesmas Bukit Hindu |
| Subjek: | A General Works > AC Collections. Series. Collected works |
| Program Studi: | Fakultas Farmasi > Farmasi (D3) |
| Dosen Pembimbing 1: | Mohammad Rizki Fadhil Pratama |
| Dosen Pembimbing 2: | Rika Arfiana Safitri |
| Dosen Pembimbing 3: | Rezqi Handayani |
| Date Deposited: | 11 Jul 2026 05:30 |
| Last Modified: | 25 Aug 2026 11:47 |
| URI: | https://etd.umpr.ac.id/id/eprint/151 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
