ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONSUMSI JAMU SEBAGAI MINUMAN HERBAL TRADISIONAL DI ERA MODERN DI DESA DAHIAN TAMBUK KECAMATAN MIHING RAYA KABUPATEN GUNUNG MAS

ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONSUMSI JAMU SEBAGAI MINUMAN HERBAL TRADISIONAL DI ERA MODERN DI DESA DAHIAN TAMBUK KECAMATAN MIHING RAYA KABUPATEN GUNUNG MAS

Yunita (2026) ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONSUMSI JAMU SEBAGAI MINUMAN HERBAL TRADISIONAL DI ERA MODERN DI DESA DAHIAN TAMBUK KECAMATAN MIHING RAYA KABUPATEN GUNUNG MAS. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

[img] Text
23.71.026843-Pendahuluan.pdf

Download (589kB)
[img] Text
23.71.026843-Karya-Full.pdf
Restricted to campus network only

Download (1MB)
[img] Text
23.71.026843-Formulir-Pernyataan.pdf
Restricted to Terbatas untuk pengelola ETD

Download (429kB)

Abstract

Jamu adalah minuman herbal tradisional di Indonesia yang telah diwariskan dari generasi ke generasi untuk menjaga kesehatan dan mengobati berbagai penyakit ringan. Namun, perubahan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan telah membuat masyarakat semakin memilih obat-obatan modern, yang dianggap lebih praktis dan mampu memberikan kesembuhan lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap konsumsi jamu sebagai minuman herbal tradisional di era modern di Desa Dahian Tambuk, Kecamatan Mihing Raya, Kabupaten Gunung Mas. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jenis analisis persepsi masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang didasarkan pada lima indikator, yaitu pengetahuan terhadap jamu, sikap masyarakat terhadap jamu, kepercayaan masyarakat terhadap jamu, perilaku masyarakat dalam mengonsumsi jamu, serta akses dan lingkungan terhadap jamu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Desa Dahian Tambuk sebanyak 1.437 orang, dan sampel diambil menggunakan teknik sampling insidental, dengan jumlah responden sebanyak 306 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat persepsi yang baik terhadap konsumsi jamu. Pada indikator pengetahuan, 94,12% responden berada pada kategori baik, 5,56% kategori cukup, dan 0,33% kategori kurang. Hasil positif yang berarti masyarakat memiliki pemahaman, keyakinan, sikap, perilaku, serta akses yang mendukung terhadap konsumsi jamu. Tingginya persepsi positif ini dipengaruhi oleh faktor kebiasaan mengonsumsi jamu sebagai tradisi budaya yang telah berlangsung lama serta pengalaman langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Item Type: Thesis (Diploma)
Kata Kunci: Persepsi Masyarakat; Jamu; Minuman Herbal; Obat Tradissional
Subjek: A General Works > AC Collections. Series. Collected works
Program Studi: Fakultas Farmasi > Farmasi (D3)
Dosen Pembimbing 1: Syahrida Dian Ardhany
Dosen Pembimbing 3: Rezqi Handayani
Date Deposited: 11 Jul 2026 05:31
Last Modified: 25 Aug 2026 11:47
URI: https://etd.umpr.ac.id/id/eprint/153

Actions (login required)

View Item View Item