PERTANIAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH DENGAN PERLAKUAN KOMPOS TANKOS KELAPA SAWIT DAN NPK 16-16-16 PADA MEDIA TANAH GAMBUT
Tri Wande Harto (2026) PERTANIAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH DENGAN PERLAKUAN KOMPOS TANKOS KELAPA SAWIT DAN NPK 16-16-16 PADA MEDIA TANAH GAMBUT. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.
|
Text
22.31.025972-Pendahuluan.pdf Download (433kB) |
|
|
Text
22.31.025972-Karya-Full.pdf Restricted to campus network only Download (9MB) |
|
|
Text
22.31.025972-Formulir-Pernyataan.pdf Restricted to Terbatas untuk pengelola ETD Download (1MB) |
Abstract
Tri Wande Harto. Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah dengan Perlakuan Kompos Tankos Kelapa Sawit dan NPK 16-16-16 pada Media Tanah Gambut. Dibimbing oleh Pienyani Rosawanti, S.P.,M.Si. dan Dr. Saijo. S.P., M.P. Tanah gambut merupakan lahan marginal dengan kesuburan rendah, pH masam, dan ketersediaan unsur hara terbatas, sehingga menjadi kendala utama dalam budidaya bawang merah (Allium ascalonicum L.) di Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan pupuk NPK 16-16-16 terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah varietas Tajuk pada media tanah gambut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis kompos TKKS (T₀: 0 ton/ha, T₁: 10 ton/ha, T₂: 15 ton/ha) dan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK 16-16-16 (N₁: 100 kg/ha, N₂: 200 kg/ha, N₃: 300 kg/ha). Kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan dengan total 54 tanaman. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, diameter umbi, panjang umbi, bobot basah, jumlah anakan, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kompos TKKS berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 22, 29, dan 36 HST, serta berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi per rumpun, bobot basah, dan jumlah anakan. Dosis kompos TKKS 10 ton/ha (T₁) merupakan dosis paling optimal dan ekonomis untuk meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan bobot basah umbi, sedangkan dosis 15 ton/ha (T₂) lebih unggul untuk meningkatkan jumlah anakan. Perlakuan pupuk NPK 16-16-16 secara tunggal tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati karena tanah gambut dengan pH rendah (3,54) menyebabkan fiksasi dan pencucian unsur hara anorganik. Interaksi antara kompos TKKS dan NPK 16-16-16 hanya berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada semua umur pengamatan. Faktor pembatas utama pertumbuhan bawang merah di tanah gambut bukan hanya ketersediaan hara, tetapi juga drainase dan aerasi tanah yang buruk, yang tercermin dari panjang akar yang tidak responsif terhadap semua perlakuan (7-10 cm). Dosis rekomendasi untuk budidaya bawang merah varietas Tajuk di tanah gambut Kalimantan Tengah adalah kompos TKKS 10 ton/ha + NPK 16-16-16 200 kg/ha (diberikan secara bertahap) + dolomit 3-4,5 ton/ha untuk menaikkan pH tanah. Pemberian kompos TKKS terbukti efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah di tanah gambut, dengan rekomendasi dosis 10-15 ton/ha.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Kata Kunci: | bawang merah; kompos TKKS; NPK; tanah gambut |
| Subjek: | A General Works > AC Collections. Series. Collected works |
| Program Studi: | Fakultas Pertanian Dan Kehutanan > Agroteknologi (S1) |
| Dosen Pembimbing 1: | Pienyani Rosawanti |
| Dosen Pembimbing 2: | Saijo |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 01:27 |
| Last Modified: | 25 Aug 2026 11:47 |
| URI: | https://etd.umpr.ac.id/id/eprint/270 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
