PENYELESAIAN SENGKETA WARIS DALAM PERSPEKTIF PLURALISME HUKUM: STUDI INTEGRASI HUKUM ISLAM, HUKUM ADAT DAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA

PENYELESAIAN SENGKETA WARIS DALAM PERSPEKTIF PLURALISME HUKUM: STUDI INTEGRASI HUKUM ISLAM, HUKUM ADAT DAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA

Apriyadi Noor (2026) PENYELESAIAN SENGKETA WARIS DALAM PERSPEKTIF PLURALISME HUKUM: STUDI INTEGRASI HUKUM ISLAM, HUKUM ADAT DAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

[img] Text
24.41.233505-Pendahuluan.pdf

Download (418kB)
[img] Text
24.41.233505-Karya-Full.pdf
Restricted to campus network only

Download (1MB)
[img] Text
24.41.233505-Formulir-Pernyataan.pdf
Restricted to Terbatas untuk pengelola ETD

Download (890kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika sengketa kewarisan di Indonesia dalam perspektif socio-legal dengan menitikberatkan pada interaksi antara hukum Islam (fara’id), hukum adat, dan hukum positif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, yang dilakukan melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi guna memperoleh gambaran komprehensif mengenai praktik penyelesaian sengketa waris di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa kewarisan merupakan fenomena yang kompleks dan multidimensional, yang dipengaruhi oleh faktor yuridis, sosial-budaya, serta relasi kekeluargaan. Ketidakpastian hukum dalam pembagian warisan dan rendahnya tingkat literasi hukum masyarakat menjadi pemicu utama terjadinya konflik. Dalam praktiknya, penyelesaian sengketa berlangsung dalam kerangka pluralisme hukum, di mana masyarakat secara fleksibel mengombinasikan hukum Islam, hukum adat, dan hukum positif. Mediasi non-litigasi berbasis musyawarah mufakat terbukti lebih efektif dibandingkan litigasi karena memiliki legitimasi sosial yang tinggi, mampu menjaga keharmonisan keluarga, serta mengakomodasi nilai-nilai agama dan adat. Namun demikian, mekanisme ini masih memiliki kelemahan, terutama dalam aspek kelembagaan dan kekuatan hukum formal. Penelitian ini menegaskan pentingnya harmonisasi hukum yang integratif, kontekstual, dan sensitif terhadap nilai-nilai lokal. Dengan demikian, hukum tidak hanya berfungsi sebagai norma yang mengatur, tetapi juga sebaga

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Kata Kunci: Sengketa Kewarisan; Pluralisme Hukum; Mediasi Non-Litigasi; Socio-Legal; Harmonisasi Hukum
Subjek: A General Works > AC Collections. Series. Collected works
Program Studi: Fakultas Hukum > Hukum Keluarga (S1)
Dosen Pembimbing 1: Ariyadi
Dosen Pembimbing 2: Ardi Akbar Tanjung
Date Deposited: 18 Aug 2026 00:41
Last Modified: 25 Aug 2026 11:47
URI: https://etd.umpr.ac.id/id/eprint/308

Actions (login required)

View Item View Item