INTEGRASI MUSIK TRADISIONAL DAYAK - MODERN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEWARISAN BUDAYA KEPADA GEN Z NORMAN HADI/NUNO

INTEGRASI MUSIK TRADISIONAL DAYAK - MODERN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEWARISAN BUDAYA KEPADA GEN Z NORMAN HADI/NUNO

Muhammad Sugeng Martanto (2026) INTEGRASI MUSIK TRADISIONAL DAYAK - MODERN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEWARISAN BUDAYA KEPADA GEN Z NORMAN HADI/NUNO. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

[img] Text
22.12.426455-Pendahuluan.pdf

Download (413kB)
[img] Text
22.12.426455-Karya-Full.pdf
Restricted to campus network only

Download (979kB)
[img] Text
22.12.426455-Formulir-Pernyataan.pdf
Restricted to Terbatas untuk pengelola ETD

Download (5MB)

Abstract

Muhammad Sugeng Martanto, 2026. “Integrasi Musik Tradisional Dayak - Modern Sebagai Media Komunikasi Pewarisan Budaya Kepada Gen Z Oleh Normah Hadi/Nuno.” Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIPADKOM, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Pembimbing: Srie Rosmilawati, M.I.Kom. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh isu pelestarian budaya Dayak di era digital, di mana Generasi Z memiliki preferensi kuat terhadap musik global, sehingga terjadi penurunan apresiasi terhadap musik tradisional. Hal ini terlihat dari data hasil survei (perilaku konsumsi media sporadis via algoritma FYP) dan litteratur terkait. Penelitian ini berfokus pada inovasi musisi lokal Palangka Raya, Norman Hadi/Nuno, yang berhasil menggabungkan elemen tradisional Dayak dengan format pop modern dalam karyanya untuk Lomba Cipta Lagu DISPBUDPAR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses integrasi musik dan pembuatan video klip tradisional-modern oleh Norman Hadi/Nuno, serta dampaknya sebagai media komunikasi pewarisan budaya kepada Generasi Z melalui perancangan dan produksi film dokumenter. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan Sequential Explanatory Design. Komponen kuantitatif (Fase 1) berupa survei deskriptif (n=21) terhadap responden Generasi Z (15-24 tahun) di Palangka Raya. Komponen kualitatif (Fase 2) berupa studi kasus fenomenologi interpretif menggunakan wawancara mendalam dengan narasumber kunci (Norman Hadi/Nuno) dan representasi informan Generasi Z. Penelitian ini mengadopsi pendekatan practice-led research (penciptaan karya film dokumenter), di mana perancangan dan produksi film dokumenter kreatif merupakan bagian integral dari proses penelitian untuk menjawab rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Norman Hadi/Nuno melakukan hibridisasi musikal melalui lima tahapan integrasi metodis: riset dan penggalian tradisi, seleksi elemen (organologi, musikal, tekstual), aransemen hibrid (melapisi instrumen dan konversi ritme), penyeimbangan unsur, serta uji coba dan revisi. Respons kuantitatif (n=21) Generasi Z sangat positif (100% takjub/comfortable listening) dan 95,24% secara akumulatif mengakui efektivitas musik hibrida sebagai medium pewarisan budaya. Penelitian ini menghasilkan produk utama berupa film dokumenter kreatif berdurasi 5-10 menit yang berfungsi sebagai media preservasi sekaligus advokasi aktif pelestarian budaya Dayak yang selaras dengan selera visual dan naratif Generasi Z. Musik hibrida merupakan "ruang ketiga" yang efektif menjembatani jurang budaya antargenerasi di era digital.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Kata Kunci: Film dokumenter; musik tradisional dayak; musik modern; integrasi musik; pewarisan budaya; generasi Z
Subjek: A General Works > AC Collections. Series. Collected works
Program Studi: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi (S1)
Dosen Pembimbing 1: Srie Rosmilawati
Date Deposited: 18 Aug 2026 00:59
Last Modified: 25 Aug 2026 11:47
URI: https://etd.umpr.ac.id/id/eprint/326

Actions (login required)

View Item View Item