ANALISIS KADAR KEMANISAN PADA BERBAGAI JENIS BUAH – BUAHAN MENGGUNAKAN ALAT REFRACTOMETER

ANALISIS KADAR KEMANISAN PADA BERBAGAI JENIS BUAH – BUAHAN MENGGUNAKAN ALAT REFRACTOMETER

Dayu Priwahyudi (2026) ANALISIS KADAR KEMANISAN PADA BERBAGAI JENIS BUAH – BUAHAN MENGGUNAKAN ALAT REFRACTOMETER. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

[img] Text
19.31.021265-Pendahuluan.pdf

Download (319kB)
[img] Text
19.31.021265-Karya-Full.pdf
Restricted to campus network only

Download (1MB)
[img] Text
19.31.021265-Formulir-Pernyataan.pdf
Restricted to Terbatas untuk pengelola ETD

Download (2MB)

Abstract

DAYU PRIWAHYUDI. Analisis Kadar Kemanisan pada Berbagai Jenis Buah – buahan Menggunakan Alat Refactometer. Dibimbing Pienyani Rosawanti dan Hariyadi. Buah‑buahan merupakan salah satu komoditas pangan hortikultura yang memiliki peran sangat strategis dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan masyarakat, serta menjadi komoditas ekonomi yang bernilai tinggi bagi petani dan pelaku usaha. Secara ilmiah, tingkat kemanisan buah ditentukan oleh jumlah padatan terlarut total (PTT) yang sebagian besar berupa gula‑gula sederhana seperti sukrosa, glukosa, dan fruktosa. Pengukuran kadar kemanisan yang akurat dan objektif sangat diperlukan untuk mengetahui mutu buah, menentukan tingkat kematangan, serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi konsumen, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam mengonsumsi gula. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan membandingkan kadar kemanisan dari sepuluh jenis buah yang umum dikonsumsi masyarakat, serta menentukan jenis buah dengan kadar kemanisan tertinggi dan terendah menggunakan metode pengukuran dengan refraktometer. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2026 di Laboratorium Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Sampel yang digunakan terdiri dari 10 jenis buah, yaitu: semangka, jambu air, langsat, jeruk, mangga, buah naga, pisang, pepaya, apel, dan melon. Setiap buah dibagi menjadi tiga bagian pengamatan, yaitu bagian pangkal, tengah, dan ujung, kemudian diulang sebanyak tiga kali untuk mendapatkan data yang lebih representatif. Pengukuran dilakukan menggunakan refraktometer dengan satuan Derajat Brix (°Bx), yang telah dikalibrasi terlebih dahulu menggunakan air suling untuk menjamin keakuratan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap jenis buah memiliki kadar kemanisan yang berbeda‑beda, dengan nilai rata‑rata sebagai berikut: pisang 21,2 °Bx, langsat 14,6 °Bx, apel 13,4 °Bx, pepaya 11,9 °Bx, buah naga 11,6 °Bx, mangga 9,4 °Bx, semangka 8,0 °Bx, jeruk 7,6 °Bx, jambu air 5,3 °Bx, dan melon 4,4 °Bx. Berdasarkan pengelompokan kategori, pisang termasuk dalam golongan sangat manis, langsat, apel, pepaya, dan buah naga termasuk golongan manis, sedangkan mangga, semangka, jeruk, dan jambu air termasuk golongan cukup manis, serta melon termasuk golongan kurang manis. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa tingkat kematangan buah memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap peningkatan kadar gula, di mana proses perubahan pati menjadi gula berlangsung semakin optimal seiring dengan kematangan buah. Penggunaan alat refraktometer terbukti merupakan metode yang cepat, praktis, akurat, dan objektif untuk mengukur kadar padatan terlarut total serta tingkat kemanisan buah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Kata Kunci: derajat brix; kadar kemanisan; padatan terlarut total; refraktometer
Subjek: A General Works > AC Collections. Series. Collected works
Program Studi: Fakultas Pertanian Dan Kehutanan > Agroteknologi (S1)
Dosen Pembimbing 1: Pienyani Rosawanti
Dosen Pembimbing 2: Hariyadi
Date Deposited: 18 Aug 2026 01:28
Last Modified: 25 Aug 2026 11:47
URI: https://etd.umpr.ac.id/id/eprint/355

Actions (login required)

View Item View Item