IDENTIFIKASI ONIKOMIKOSIS PADA KUKU PEMULUNG DI DEPOT PILAH SAMPAH G. OBOS XII KOTA PALANGKA RAYA
Nur Irfan Isnaini Akbar (2026) IDENTIFIKASI ONIKOMIKOSIS PADA KUKU PEMULUNG DI DEPOT PILAH SAMPAH G. OBOS XII KOTA PALANGKA RAYA. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.
|
Text
23.72.026796-Pendahuluan.pdf Download (268kB) |
|
|
Text
23.72.026796-Karya-Full.pdf Restricted to campus network only Download (4MB) |
|
|
Text
23.72.026796-Formulir-Pernyataan.pdf Restricted to Terbatas untuk pengelola ETD Download (877kB) |
Abstract
Onikomikosis merupakan infeksi jamur pada kuku yang disebabkan oleh dermatofita, jamur non-dermatofita, maupun khamir. Pemulung merupakan kelompok pekerja yang memiliki risiko tinggi mengalami onikomikosis karena sering terpapar lingkungan kerja yang lembap, kotor, serta melakukan kontak langsung dengan berbagai jenis limbah tanpa penggunaan alat pelindung diri yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur penyebab onikomikosis pada kuku pemulung di Depot Pilah Sampah G. Obos XII Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik accidental sampling. Sampel penelitian berjumlah 9 spesimen kuku pemulung yang memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan dilakukan melalui kultur pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) yang dilanjutkan dengan identifikasi mikroskopis menggunakan larutan KOH 10%. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 6 dari 9 sampel (66,6%) positif mengalami pertumbuhan jamur, sedangkan 3 sampel (33,3%) tidak menunjukkan pertumbuhan jamur. Seluruh isolat positif berasal dari kelompok jamur non-dermatofita dan khamir, yaitu Candida albicans (23,1%), Candida krusei (19,2%), Candida sp. (19,2%), Trichosporon sp. (15,4%), Aspergillus flavus (7,7%), Aspergillus niger (7,7%), dan Rhodotorula sp. (7,7%). Sebagian besar pemulung di Depot Pilah Sampah G. Obos XII Kota Palangka Raya mengalami pertumbuhan jamur kuku yang didominasi oleh non-dermatofita dan khamir, terutama Candida albicans. Tingginya prevalensi ini diduga akibat lingkungan kerja yang lembap, kaya limbah organik, serta rendahnya penggunaan APD dan personal hygiene. Namun, mayoritas responden tidak menunjukkan gejala klinis khas, sehingga pertumbuhan jamur tersebut diindikasikan masih bersifat kolonisasi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci: | Onikomikosis; Pemulung; Kuku; jamur non-dermatofita; Candida |
| Subjek: | A General Works > AC Collections. Series. Collected works |
| Program Studi: | Fakultas Teknologi Laboratorium Medik > Teknologi Laboratorium Medik (D3) |
| Dosen Pembimbing 1: | Windya Nazmatur Rahmah |
| Dosen Pembimbing 2: | Al Hidayani |
| Dosen Pembimbing 3: | Fitria Hariati Ramdhani |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 02:29 |
| Last Modified: | 25 Aug 2026 11:47 |
| URI: | https://etd.umpr.ac.id/id/eprint/393 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
