FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN CLAY MASK EKSTRAK ETANOL UMBI BENGKOANG (PACHYRRHIZUS EROSUS (L.) URB )
Awung Palentino Januari (2026) FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN CLAY MASK EKSTRAK ETANOL UMBI BENGKOANG (PACHYRRHIZUS EROSUS (L.) URB ). Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.
|
Text
23.71.026867-Pendahuluan.pdf Download (877kB) |
|
|
Text
23.71.026867-Karya-Full.pdf Restricted to campus network only Download (4MB) |
|
|
Text
23.71.026867-Formulir-Pernyataan.pdf Restricted to Terbatas untuk pengelola ETD Download (1MB) |
Abstract
Bengkoang (Pachyrrhizus erosus (L.) Urb.) adalah tumbuhan yang memiliki zat aktif seperti flavonoid, vitamin C, dan antioksidan yang berpotensi untuk mencerahkan kulit. Clay mask merupakan salah satu produk kosmetik yang sering digunakan karena kemampuannya dalam membersihkan wajah. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan clay mask dari umbi bengkoang dan mengevaluasi sifat fisiknya untuk menemukan formula terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen dengan langkah-langkah pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi, pembuatan empat formula clay mask (F0, F1, F2, F3), serta evaluasi fisik yang mencakup uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, waktu kering, dan viskositas. Hasil uji organoleptik menunjukkan FO berwarna putih keabuan beraroma vanila, F1 berwarna krim beraroma vanila, sedangkan F2 dan F3 berwarna coklat muda hingga coklat beraroma khas bengkoang dan semua formula memiliki tekstur yang halus. Semua formula lulus uji homogenitas ditunjukkan dengan tidak adanya butiran kasar. Hasil pengujian pH menunjukkan F0, F1, dan F2 memiliki pH 5 sesuai dengan standar pH kulit (4,5- 7,5), F3 memiliki pH 4 tidak memenuhi standar. Pengujian daya sebar menunjukkan semua formula memenuhi kriteria dengan nilai 3,62-3,46 cm. Hasil pengujian daya lekat semua formula memenuhi persyaratan dengan nilai F0-F3 berturut-turut adalah 13, 23, 10, dan 7 detik. Pengujian waktu kering menunjukkan bahwa F0-F3 masing-masing membutuhkan waktu 12, 15, 18, dan 21 menit, di mana FO tidak memenuhi persyaratan waktu kering. Hasil pengujian viskositas menunjukkan semua formula memenuhi syarat dengan nilai F0-F3 berturut-turut yaitu 3647,17 cPs, 4803,25 cPs, 5398,16 cPs, dan 5511,31 cPs. Dari semua hasil evaluasi fisik, ekstrak etanol umbi bengkoang dapat diformulasikan menjadi sediaan clay mask yang memenuhi standar. Formula terbaik adalah F2 karena menunjukkan keseimbangan sifat fisik yang optimal antara pH yang sesuai, daya sebar yang baik, daya lekat yang cukup, waktu kering yang ideal, serta viskositas yang baik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci: | bengkoang; clay mask; ekstrak etanol; evaluasi fisik; formulasi |
| Subjek: | A General Works > AC Collections. Series. Collected works |
| Program Studi: | Fakultas Farmasi > Farmasi (D3) |
| Dosen Pembimbing 1: | Susi Novaryatiin |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 08:38 |
| Last Modified: | 25 Aug 2026 11:47 |
| URI: | https://etd.umpr.ac.id/id/eprint/403 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
