FORMULASI LILIN AROMATERAPI KOMBINASI DARI MINYAK PEPPERMINT (MENTHA PIPERITA L.) DAN EUCALYPTUS (EUCALYPTUS GLOBULUS)

FORMULASI LILIN AROMATERAPI KOMBINASI DARI MINYAK PEPPERMINT (MENTHA PIPERITA L.) DAN EUCALYPTUS (EUCALYPTUS GLOBULUS)

Afifah (2026) FORMULASI LILIN AROMATERAPI KOMBINASI DARI MINYAK PEPPERMINT (MENTHA PIPERITA L.) DAN EUCALYPTUS (EUCALYPTUS GLOBULUS). Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

[img] Text
23.71.026865-Pendahuluan.pdf

Download (692kB)
[img] Text
23.71.026865-Karya-Full.pdf
Restricted to campus network only

Download (1MB)
[img] Text
23.71.026865-Formulir-Pernyataan.pdf
Restricted to Terbatas untuk pengelola ETD

Download (285kB)

Abstract

Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan solusi alami untuk relaksasi dan kesehatan pernapasan mendorong inovasi aromaterapi dalam bentuk lilin (scented candle). Lilin aromaterapi berfungsi sebagai media difusi minyak atsiri melalui proses pembakaran yang praktis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan kombinasi minyak atsiri Peppermint (Mentha piperita L.) dan Eucalyptus (Eucalyptus globulus) ke dalam sediaan lilin serta mengevaluasi karakteristik fisiknya. Kandungan mentol dalam Peppermint dan eucalyptol dalam Eucalyptus dikaji karena memiliki efek sinergis sebagai relaksan mental dan dekongestan saluran pernapasan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membuat tiga variasi konsentrasi minyak atsiri pada basis parafin, yaitu F1 (5%), F2 (10%), dan F3 (15%). Parameter evaluasi meliputi uji sifat fisik yang terdiri dari uji organoleptis, uji waktu bakar, uji titik leleh, dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formulasi memenuhi standar SNI 0386-1989-A/SII0348-1980. Seluruh sediaan memiliki tekstur padat, tidak retak, dan homogen. Pada uji waktu bakar, F1 memiliki daya tahan terlama (1 jam 54 menit), pada formulasi F2 memiliki waktu bakar (1 jam 49 menit), sedangkan F3 menjadi yang tercepat (1 jam 33 menit). Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi minyak atsiri berbanding lurus dengan kecepatan pembakaran. Titik leleh lilin berada pada rentang 55°C–56°C. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi minyak atsiri Peppermint dan Eucalyptus berhasil diformulasikan menjadi lilin aromaterapi yang stabil dan memenuhi standar kualitas fisik.

Item Type: Thesis (Diploma)
Kata Kunci: Lilin Aromaterapi; Peppermint; Eucalyptus; Sifat Fisik
Subjek: A General Works > AC Collections. Series. Collected works
Program Studi: Fakultas Farmasi > Farmasi (D3)
Dosen Pembimbing 1: Nurul Qamariah
Date Deposited: 19 Aug 2026 09:05
Last Modified: 25 Aug 2026 11:47
URI: https://etd.umpr.ac.id/id/eprint/430

Actions (login required)

View Item View Item