UJI DAYA HAMBAT SEDIAAN CLAY MASK EKSTRAK ETANOL DAUN KALAKAI (STENOCHLAENA PALUSTRIS (BURM.F.) BEDD) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS
Noura Awalya Putri Sendina (2026) UJI DAYA HAMBAT SEDIAAN CLAY MASK EKSTRAK ETANOL DAUN KALAKAI (STENOCHLAENA PALUSTRIS (BURM.F.) BEDD) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.
|
Text
23.71.026861-Pendahuluan.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
23.71.026861-Karya-Full.pdf Restricted to campus network only Download (2MB) |
|
|
Text
23.71.026861-Formulir-Pernyataan.pdf Restricted to Terbatas untuk pengelola ETD Download (716kB) |
Abstract
Kalakai (Stenochlaena palustris (Burm.F.) Bedd) merupakan salah satu tumbuhan khas Kalimantan yang diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenol, tanin, alkaloid, dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Pemanfaatan bahan alam dalam sediaan kosmetik, khususnya clay mask, menjadi salah satu inovasi dalam pengembangan produk perawatan kulit yang aman dan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi daya hambat sediaan clay mask ekstrak etanol daun kalakai terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram (disc diffusion). Ekstrak etanol daun kalakai diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian diformulasikan dalam sediaan clay mask dengan konsentrasi ekstrak 5%. Pengujian daya hambat dilakukan terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan tiga kali replikasi dan menggunakan clindamycin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan clay mask ekstrak etanol daun kalakai dengan konsentrasi 5% tidak menunjukkan adanya zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan nilai rata – rata 0 ± 0 mm. Sementara itu, kontrol positif clindamycin menujukkan zona hambat sebesar 14 mm yang termasuk kategori resistant. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sediaan clay mask ekstrak etanol daun kalakai konsentrasi 5% belum memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci: | Antibakteri; Clay mask; Daun Kalakai; Difusi cakram; Staphylococcus aureus |
| Subjek: | A General Works > AC Collections. Series. Collected works |
| Program Studi: | Fakultas Farmasi > Farmasi (D3) |
| Dosen Pembimbing 1: | Rabiatul Adawiyah |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 09:07 |
| Last Modified: | 25 Aug 2026 11:47 |
| URI: | https://etd.umpr.ac.id/id/eprint/432 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
