KETAHANAN RUMAH TANGGA POLISI MUSLIM DI TENGAH TUNTUTAN PROFESI BERESIKO TINGGI (STUDI DI POLRES BARITO UTARA)

KETAHANAN RUMAH TANGGA POLISI MUSLIM DI TENGAH TUNTUTAN PROFESI BERESIKO TINGGI (STUDI DI POLRES BARITO UTARA)

Deddy Ahmad (2026) KETAHANAN RUMAH TANGGA POLISI MUSLIM DI TENGAH TUNTUTAN PROFESI BERESIKO TINGGI (STUDI DI POLRES BARITO UTARA). Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.

[img] Text
24.41.233506-Pendahuluan.pdf

Download (648kB)
[img] Text
24.41.233506-Karya-Full.pdf
Restricted to campus network only

Download (3MB)
[img] Text
24.41.233506-Formulir-Pernyataan.pdf
Restricted to Terbatas untuk pengelola ETD

Download (912kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan rumah tangga polisi Muslim di tengah tuntutan profesi kepolisian yang berisiko tinggi dalam perspektif fikih keluarga Islam. Fokus penelitian diarahkan pada pola pemenuhan hak dan kewajiban suami istri (mu‘āsyarah bil-ma‘rūf), implementasi qiwāmah, penyelesaian konflik melalui pendekatan islah, serta relevansi nilai-nilai fikih keluarga dalam menjaga keharmonisan rumah tangga anggota POLRI di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya dinamika konflik dan perceraian di lingkungan keluarga polisi Muslim akibat tekanan pekerjaan, jam dinas yang tidak menentu, serta keterbatasan komunikasi keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris. Pendekatan normatif digunakan untuk mengkaji konsep fikih keluarga Islam berdasarkan Al-Qur’an, hadis, pendapat ulama klasik dan kontemporer, serta Kompilasi Hukum Islam (KHI). Sementara pendekatan empiris digunakan untuk memahami realitas kehidupan rumah tangga polisi Muslim melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan rumah tangga polisi Muslim memiliki dinamika yang kompleks akibat tuntutan profesi kepolisian yang penuh risiko, tekanan psikologis, dan keterbatasan waktu bersama keluarga. Faktor utama yang memengaruhi ketahanan rumah tangga meliputi komunikasi keluarga, dukungan emosional pasangan, kemampuan mengelola konflik, pemahaman agama, serta keseimbangan antara tugas negara dan tanggung jawab domestik. Konflik rumah tangga lebih dominan dipengaruhi oleh tekanan pekerjaan dan lemahnya komunikasi emosional dibanding faktor ekonomi. Konsep fikih keluarga Islam memiliki relevansi yang kuat dalam menjaga ketahanan rumah tangga polisi Muslim. Prinsip mu‘āsyarah bil-ma‘rūf diwujudkan melalui komunikasi yang baik, musyawarah, saling menghormati, dan dukungan emosional antar pasangan. Konsep qiwāmah dipahami sebagai tanggung jawab moral dan spiritual suami dalam melindungi serta membimbing keluarga secara adil, bukan sebagai bentuk dominasi terhadap istri. Sementara penyelesaian konflik dilakukan melalui pendekatan islah berupa mediasi, dialog, dan pembinaan rohani untuk menjaga keutuhan rumah tangga. implementasi nilai-nilai fikih keluarga Islam secara kontekstual mampu menjadi pedoman dalam menjaga keharmonisan dan ketahanan rumah tangga polisi Muslim di tengah tuntutan profesi kepolisian yang berisiko tinggi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Kata Kunci: Fikih Keluarga; Ketahanan Rumah Tangga; Polisi Muslim; Mu‘āsyarah bil-Ma‘rūf; Qiwāmah
Subjek: A General Works > AC Collections. Series. Collected works
Program Studi: Fakultas Hukum > Hukum Keluarga (S1)
Dosen Pembimbing 1: Sanawiah
Dosen Pembimbing 2: Norcahyono
Date Deposited: 19 Aug 2026 09:36
Last Modified: 25 Aug 2026 11:47
URI: https://etd.umpr.ac.id/id/eprint/461

Actions (login required)

View Item View Item