TINJAUAN MAQASHID SYARIAH TERHADAP KETAHANAN KELUARGA MUSLIM STUDI ERA PASCA COVID-19 DI KECAMATAN LAHEI KABUPATEN BARITO UTARA
Gunawan Akbar Eriadmoko (2026) TINJAUAN MAQASHID SYARIAH TERHADAP KETAHANAN KELUARGA MUSLIM STUDI ERA PASCA COVID-19 DI KECAMATAN LAHEI KABUPATEN BARITO UTARA. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.
|
Text
24.41.233507-Pendahuluan.pdf Download (670kB) |
|
|
Text
24.41.233507-Karya-Full.pdf Restricted to campus network only Download (2MB) |
|
|
Text
24.41.233507-Formulir-Pernyataan.pdf Restricted to Terbatas untuk pengelola ETD Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya berbagai sikap keluarga Muslim dalam era pasca pandemi COVID-19 di Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi pola kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan keluarga Muslim. Sebagian masyarakat memilih mengikuti anjuran kesehatan pemerintah seperti vaksinasi dan protokol kesehatan, sedangkan sebagian lainnya lebih memilih pengobatan tradisional dan pendekatan spiritual dalam menghadapi pandemi. Perbedaan sikap tersebut dipengaruhi oleh faktor keyakinan agama, budaya lokal, pengalaman sosial, serta pemahaman masyarakat mengenai kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sikap keluarga Muslim dalam era pasca COVID-19 serta meninjau sikap tersebut dalam perspektif Maqashid Syariah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris (yuridis empiris) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan keluarga Muslim dan tokoh agama di Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara, observasi, serta dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif analitis dengan mengintegrasikan pendekatan normatif hukum Islam dan kondisi empiris masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap keluarga Muslim dalam era pasca pandemi COVID-19 cenderung beragam. Sebagian keluarga memilih vaksinasi sebagai bentuk ikhtiar menjaga kesehatan dan keselamatan keluarga, sedangkan sebagian lainnya lebih mengandalkan pengobatan tradisional seperti jahe, kunyit, madu, dan ramuan herbal karena dianggap lebih aman dan sesuai budaya lokal. Selain itu, praktik keagamaan seperti doa, zikir, membaca Al-Qur’an, dan salat berjamaah di rumah meningkat selama pandemi sebagai bentuk ketahanan spiritual keluarga. Dalam perspektif Maqashid Syariah, sikap keluarga Muslim tersebut pada dasarnya bertujuan menjaga kemaslahatan, khususnya dalam aspek menjaga jiwa (hifz an-nafs) dan menjaga agama (hifz ad-din). Penelitian ini juga menemukan bahwa sikap keluarga Muslim dipengaruhi oleh faktor agama, budaya lokal, pengalaman sosial, tingkat pendidikan, informasi kesehatan, dan pengaruh tokoh agama dalam masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Kata Kunci: | Maqashid Syariah; Keluarga Muslim; COVID-19; Sikap Masyarakat; Hukum Islam |
| Subjek: | A General Works > AC Collections. Series. Collected works |
| Program Studi: | Fakultas Hukum > Hukum Keluarga (S1) |
| Dosen Pembimbing 1: | Norcahyono |
| Dosen Pembimbing 2: | Achmadi |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 09:37 |
| Last Modified: | 25 Aug 2026 11:47 |
| URI: | https://etd.umpr.ac.id/id/eprint/462 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
